BBM langka, sudah saatnya cari alternatif lain pengganti BBM

Saat ini BBM mulai sulit ditemui dan harganya juga semakin naik. BBM atau bahan bakar minyak seperti premium, solar, pertamax, avtur, kerosen, minyak diesel dll. BBM terutama banyak dipakai masyarakat sebagai bahan bakar untuk kendaraan bermotor. BBM yang disubsidi seperti premium dan solar sedangkan BBM nonsubsidi meliputi Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan solar nonsubsidi.

BBM memang semakin hari semakin naik harganya dan akan habis juga pada saatnya. Diperkirakan bahkan minyak bumi bisa habis dalam waktu 12 tahun lagi. Jadi sudah saatnya kita memikirkan alternatif untuk pengganti BBM ini.

Beberapa alternatif yang bisa menjadi pengganti BBM seperti:
BBG
BBG atau bahan bakar gas bisa jadi solusi  untuk menekan subsidi BBM.  Kita bisa meng-Konversi BBM ke bahan bakar gas. Hal ini sudah berhasil dilakukan pemerintah untuk kebutuhan dapur saat konversi minyak tanah ke elpiji. Harusnya untuk kendaraan bermotor hal ini juga bisa dilakukan. Namun untuk ini pemerintah harus menyiapkan SPBU BBG dalam jumlah banyak. Juga untuk ini harus disediakan alat pengubah bahan bakar kendaraan (converter kit) dan pemasangannya yang murah agar semakin banyak yang memakai BBG. BBG ini juga sudah dipakai untuk beberapa angkutan umum di Jakarta.

Bahan bakar nabati

Bahan bakar nabati atau dikenal dengan istilah Bio Fuel bisa menjadi bahan bakar alternatif dari tumbuhan sebagai pengganti BBM. Indonesia memiliki potensi bahan bakar nabati terbesar kedua setelah Brasil. Tanaman yang bisa dipakai untuk bahan bakar nabati seperti Kelapa sawit yang bisa dikonversi untuk penyediaan biodisel. Komoditas lain yang potensial adalah tebu sebagai penghasil bioetanol, juga nipah dan sagu sebagai komoditas potensial penghasil bioenergi.

Listrik
Mobil listrik bisa jadi alternatif untuk mengurangi pemakaian BBM. Sebenarnya Indonesia dapat menghemat banyak anggaran jika mampu memproduksi mobil listrik. Menteri BUMN Dahlan Iskan juga telah mengembangkan prototipe mobil listrik yang dia siapkan dengan bantuan tim Putra Petir. Namun tentunya proses untuk pengembangan ini masih butuh waktu. Keberhasilan program mobil listrik nasional juga sangat ditentukan oleh pengembangan infrastruktur pendukung. Jika mobil listrik diproduksi secara massal, dibutuhkan stasiun pengisian listrik untuk baterai mobil listrik. Mobil listrik menggunakan baterai lithium. Dengan lithium untuk kekuatan yang sama hanya diperlukan ukuran yang kecil, hanya 30% baterai biasa. Beratnya pun hanya sepertiga berat baterai biasa. Dan yang lebih penting dengan baterai lithium proses charging-nya bisa cepat.


Tenaga Surya
Tenaga surya bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti BBM. Dengan memakai tenaga surya mobil bisa berjalan tanpa bergantung bahan bakar. Apalagi Indonesia sangat kaya akan sinar matahari jadi harusnya pengembangan mobil tenaga surya bisa lebih ditingkatkan. Mobil tenaga surya memerlukan panel surya agar bisa menyerap energi panas dari matahari dan mengkonversikan menjadi energi listrik.

Alternatif BBM ini sepertinya harus cepat dikembangkan sebelum BBM benar-benar habis.

Related Posts:

3 Responses to "BBM langka, sudah saatnya cari alternatif lain pengganti BBM"

  1. wah kalo BBM naik ya bisa membengkak pengeluaran saya tiap harinya. Saya harap jangan sampai naik dulu maksimal hingga saya bisa bertengger di depan kawan saya. Repot dah kalau sampai naik.

    Meskipun naik sebenarnya juga tak apa mengingat BBM banyak disalahgunakan oleh mereka yang yidak mau bertanggung jawab. Padahal kalau mereka mau memahami, BBM itu tidak bisa diperbarui, mengambilnya saja dari dalam bumi.

    Saya baca di kompas kemarin katanya Pak SBY menolak ya kenaikan BBM, meski kurang jelas alasannya. Maklum tidak sampai membaca full

    ReplyDelete
  2. ada lagi yaitu bahan bakar gas alam dari manusia :D

    ReplyDelete