Mentawai, Merapi, adakah yang lain akan meletus?

Apakah Gempa di mentawai dan Gunung merapi saling berhubungan?
Masalah ini dibicarakan ahli geofisika seluruh dunia, jadi hal yang menarik jika antara patahan di daerah sebelah barat sumatera dengan meletusnya gunung merapi. Setelah Gunung Merapi meletus ada sekitar 20 gunung berapi lainnya terlihat aktifitasnya. Gunung lain itu adalah Anak gunung Krakatau di selat sunda, Gunung Papandayan, Gunung
Sebelum Merapi Meletus, sekitar 24 jam sebelumnya terjadi gempa hebat berkekuatan 7,7 pada skala Richter di Kepulauan Mentawai yang memicu tsunami.
Pusat gempa di Mentawai berada di garis patahan yang sama dengan gempa yang menyebabkan tsunami dahsyat yang memporak-porandakan Aceh dan menewaskan 230.000 orang di beberapa negara.

Setelah Gunung Merapi di Jawa Tengah telah meletus beberapa kali sejak 26 Oktober sementara Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menunjukkan peningkatan aktivitas.
Kantor berita Antara melaporkan data di pos pemantau sampai 28 Oktober menunjukkan, Gunung Anak Krakatau mengeluarkan letusan sebanyak 117 kali.

Pakar geofisika dari Islandia, Pall Einarsson, kepada kantor berita Associated Press mengatakan kenaikan aktivitas sepertinya menunjukkan bahwa kegiatan di satu gunung berapi mempengaruhi gunung-gunung di sekitarnya."Gejala ini adalah sesuatu yang baru bagi para ahli gunung berapi," kata Einarsson, yang sehari-hari mengajar di Universitas Islandia.

Dalam dua bulan terakhir Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam dua bulan terakhir menaikkan status 20 gunung berapi. Brent McInnes, ahli geologi dari Universitas Curtin di Australia mengatakan ia belum melihat data kasar aktivitas gunung-gunung ini, namun ia mengatakan kenaikan tiba-tiba 20 gunung memiliki makna penting.

"Jika memang benar ada lebih dari 20 gunung yang menunjukkan peningkatan aktivitas, maka itu adalah sesuatu yang harus diperhatikan," kata McInnes.

Menurut McInnes peningkatan aktivitas bisa dibaca sebagai indikasi sedang berlangsungnya restrukturisasi patahan di kawasan.Namun para pakar gempa memperingatkan bila pola erupsi bisa dipelajari, letusan gunung dan gempa bumi tidak bisa diramalkan dengan akurat.

Tapi ada juga yang berpendapat berbeda, misalnya John Ebel guru besar dari Universitas Boston."Bagi ini saya ini adalah fluktuasi kegiatan gunung berapi yang acak dan normal," kata John Ebel, guru besar geofisika di Universitas Boston.

Sementara Kepala Badan Geologi Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) R Sukhyar mengatakan, peningkatan aktivitas gunung tidak berkaitan satu sama lain.
Aktivitas Gunung Merapi tidak mempengaruhi gunung-gunung lain di Indonesia yang statusnya di atas ‘Normal’. Ada 22 gunung di Indonesia yang berstatus ‘Waspada’ dan ‘Siaga’, termasuk Merapi yang masih ‘Awas’.“(Aktivitas gunung api) tidak ada hubungannya sama sekali. Tidak ada kaitannya. Masing-masing gunung api memiliki sumber energi sendiri,” ujar Sukhyar, saat dihubungi okezone, Selasa (2/11/2010).Sukhyar menjelaskan, sejarah letusan gunung api serta kandungan gas juga mempengaruhi keaktifan masing-masing gunung.“Berbeda berdasarkan kandungan materi dan kandungan gasnya. Aktivitas masing-masing gunung sangat dipengaruhi dari kandungkan material,” terang Sukhyar.

Sejumlah gunung api berstatus ‘Waspada’ di Sumatera:


1. Gunung Seulewah Agam
2. Gunung Sinabung
3. Gunung Talang
4. Gunung Kerinci
5. Gunung Kaba
6. Gunung Anak Krakatau

Jawa:

1. Gunung Papandayan
2. Gunung Slamet
3. Gunung Bromo
4. Gunung Semeru

Nusa Tenggara dan Bali:

1. Gunung Batur
2. Gunung Rinjani
3. Gunung Rokatenda
4. Gunung Egon
5. Gunung Sangeang Api

Sulawesi dan Maluku:

1. Gunung Lokon
2. Gunung Soputan
3. Gunung Dukono
4. Gunung Gamalama

Gunung berstatus ‘Siaga’ di Halmahera dan Maluku:

1. Gunung Ibu
2. Gunung Karangetang

Ditambah gunung berstatus ‘Awas’, Merapi.


sumber bbc Indonesia, news.okezone.com

Related Posts:

0 Response to "Mentawai, Merapi, adakah yang lain akan meletus?"

Post a Comment